Membantah Rasisme Kulit Hitam

Membantah Rasisme Kulit Hitam Menggunakan Bantuan Sains

Membantah rasisme kulit hitam sebenarnya dapat kita selesaikan dengan menggunakan bantuan ilmu pengetahuan maupun sains. Kita selama ini dicekoki oleh berbagai sumber yang menyatakan bahwa gen pada orang kulit hitam jauh berbeda daripada orang kulit putih secara keunggulan dalam hal apapun.

Kita juga bosan mendengar penggiringan opini yang isinya selalu melulu tentang stereotip serta mitos tidak masuk akal tentang ras kulit hitam. Sebagian besar tidaklah benar, bahkan tidak dapat dipertanggung jawabkan karena isunya terlanjur berkembang menjadi bola liar yang panas dan siap untuk digoreng.

Membantah Rasisme Kulit Hitam Menggunakan Bantuan Sains

Tipe orang rasis seringkali menutupi fakta maupun kebenaran sekecil apapun mengenai sejarah dan budaya saudara kita yan berkulit hitam di benua Afrika. Contohnya, berapa banyak di antara kalian yang menyetujui bahwa pelajar dari timur Asia sangat piawai dalam matematika, sementara orang Yahudi terlahir sebagai pengusaha sukses secara alamiah?

Sebagai nara sumber, tim kami mengumpulkan data penelitian dari Dokter Adam Rutherford, yaitu seorang pakar genetika sekaligus merangkap pembawa acara di BBC. Beliau berujar bahwasanya tindakan rasisme merupakan ekspresi yang mulai dianggap hal lumrah untuk kita tunjukkan depan publik sehingga keberadaannya mulai mengkhawatirkan.

Ketika bersumpah demi kemajuan ilmu pengetahuan umat manusia, Dokter Rutherford berusaha menepis seluruh asumsi rasis yang berkembang. Ia merasa bahwa itu sudah menjadi tugasnya untuk memberantas berbagai praktik rasisme baik di dunia nyata maupun di sosial media berbekal bantuan jaringan internet.

Membantah Rasisme Kulit Hitam Sebagai Kewajiban Bersama

Mudah sekali sebenarnya jika ingin membantah rasisme kulit hitam karena zaman sekarang fakta data bertebaran di mesin pencarian Google. Misalnya saja kita sering mendengar bahwa DNA orang kulit putih levelnya jauh di atas pemilik kulit hitam karena melambangkan jiwa yang kotor sehingga berwarna gelap.

Padahal itu tidak ada sangkut pautnya dengan kemuliaan manusia, melainkan hanyalah masalah perbedaan komposisi pigmen pada kulit kita. Manusia memiliki zat bernama melanin yang bertugas untuk menjaga kulit dari paparan sinar matahari sehingga menyebabkan terjadinya variasi warna di seluruh dunia.

Membantah Rasisme Kulit Hitam Sebagai Kewajiban Bersama

Ada terdapat banyak faktor seputar gen yang terlibat dalam usahanya tubuh manusia hingga mampu menghasilkan zat melanin secara alamiah. Dengan kata lain, orang kulit putih maupun hitam tidak ada hubungannya dengan gosip mengenai perbedaan genetik, apalagi kasta hidup seseorang.

Fakta mencengangkan baru saja ditemukan di pusat penelitian Afrika yang menyatakan bahwa ternyata DNA seluruh manusia di muka bumi bentuknya serupa. Meskipun setiap dari kita memiliki ciri – ciri khusus, tetap saja struktur tersebut identik hingga melebihi sembilan puluh persen kesamaannya.

Lebih lanjut lagi, kita sebagai orang awam mungkin kesulitan membedakan dan menganggap bahwa semua orang kulit hitam adalah sama. Nyatanya, orang kulit hitam justru memiliki keragaman genetik paling banyak di dunia daripada suku maupun ras lainnya.

Mustahil Menemukan Ras Murni Sepanjang Sejarah Umat Manusia

Orang kulit putih yang rasis seringkali merasa derajatnya lebih tinggi sehingga menolak untuk disamakan dengan orang kulit putih. Padahal kita punya senjata pamungkas apabila ingin membantah rasisme kulit hitam untuk memberikan sedikit pelajaran pada orang tersebut.

Orang kulit hitam tidak pernah tersinggung apabila kita berpakaian serba hitam ketika melayat di manapun kita mengunjungi pemakaman seumur hidup. Namun justru sebaliknya, kita cenderung menghina jika mendapati mereka mengenakan pakaian serba putih misalnya dengan ungkapan menyakitkan yaitu ‘kopi susu’.

Mustahil Menemukan Ras Murni Sehingga Dapat Membantah Rasisme Kulit Hitam

Lagipula sulit sekali menemukan keberadaan ras yang darahnya masih murni apalagi peradaban manusia telah berkembang sejak puluhan ribu tahun lamanya. Nenek moyang kita dulunya hidup secara nomaden, yaitu berpindah – pindah dari satu tempat ke wilayah lainnya sampai menemukan lokasi yang ideal untuk menetap dan berkembang biak.

Sepanjang perjalanannya, ia pasti menemukan begitu banyak suku dan ras dari bangsa lainnya, kemudian merasakan jatuh cinta lintas genetik. Besar kemungkinannya mereka berhubungan intim sehingga menghasilkan keturunan campuran dan melahirkan jenis ras manusia baru yang kita lihat pada abad sekarang kit amenjalani kehidupan.

Menariknya, dengan begitu kita bisa mengeluarkan lelucon sarkasme seperti misalnya seluruh orang Nazi mempunyai darah Yahudi mengalir dalam tubuhnya. Atau lebih ekstrimnya, mayoritas orang kulit putih yang menguasai benua di belahan bumi bagian barat dipastikan mewarisi DNA dari orang kulit hitam dari benua Afrika maupun Asia.

Leave a Comment